Pandanglah sebuah kertas putih sebagai alam
semesta kehampaan. Satu guratan saja akan menampilkan kehadiran di dalamnya. Sebenarnya kita bisa saja membangkitkan hujan atau angin sekehendak. Tapi apa
pun yang di gambarkan, hati kita akan abadi tertinggal di dalamnya. Jika hati
kita ternoda, maka pun lukisan akan ternoda. Kalau hati kita lesu, demikian
jugalah jadinya lukisan. Bila kita hanya mencoba memamerkan keterampilan
semata, maka itu hal tidak akan dapat disembunyikan.
Tubuh manusia akan layu, tapi tinta hidup
terus. Gambaran hati kita akan terus bernafas sesudah kita sendiri tiada.